BANJARMASIN – Upaya memastikan makanan yang diolah dan disajikan kepada masyarakat tetap aman, higienis, dan bermutu terus diperkuat oleh D...
BANJARMASIN – Upaya memastikan makanan yang diolah dan disajikan kepada masyarakat tetap aman, higienis, dan bermutu terus diperkuat oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Sebanyak 138 peserta mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan Angkatan ke-13, Sabtu (26/09) di Aula Lantai 3 Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, SKM., M.Kes. Pelatihan diikuti peserta dari berbagai unsur penyelenggara pangan, mulai dari restoran, katering, kantin, rumah makan, hingga SPPG. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap penjamah pangan dalam menerapkan prinsip keamanan pangan pada setiap tahapan pengolahan dan penyajian makanan.
Pelatihan dilaksanakan dengan rangkaian pembelajaran yang mencakup tujuh materi utama. Materi pertama membahas Kebijakan Keamanan Pangan Siap Saji, yang menjadi landasan bagi penjamah pangan dalam memahami pentingnya penerapan standar keamanan pangan dalam kegiatan penyelenggaraan makanan.
Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai Pengawetan dan Bahan Tambahan Makanan yang membekali peserta dengan pemahaman mengenai penggunaan bahan tambahan serta proses pengawetan makanan secara tepat dan sesuai ketentuan.
Aspek kebersihan juga menjadi perhatian melalui materi Pembersihan dan Sanitasi Peralatan. Materi ini menekankan pentingnya menjaga kebersihan peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan makanan guna membantu mencegah terjadinya kontaminasi.
Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai Pemeliharaan Lingkungan Kerja serta Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit. Lingkungan kerja yang bersih dan terawat menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keamanan pangan serta mengurangi potensi masuknya sumber pencemaran ke area pengolahan makanan.
Materi berikutnya membahas Cemaran Pangan dan Penyakit Bawaan Pangan. Melalui materi ini, peserta diperkuat pemahamannya mengenai potensi cemaran yang dapat terjadi pada pangan serta kaitannya dengan risiko penyakit yang ditularkan melalui makanan.
Selain faktor lingkungan dan peralatan, higiene perorangan turut menjadi bagian penting dalam pelatihan. Penjamah pangan memiliki peran langsung dalam proses pengolahan dan penyajian makanan sehingga penerapan perilaku hidup bersih dan praktik higiene perorangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan pangan.
Materi terakhir membahas Tahapan Proses Produksi Pangan Siap Saji, mulai dari proses pengolahan hingga makanan siap disajikan. Pemahaman terhadap setiap tahapan tersebut diperlukan untuk membantu memastikan prinsip keamanan pangan diterapkan secara konsisten.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, BBPOM, Indonesian Chef Association (ICA), serta Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Pelatihan juga dilengkapi dengan posttest untuk mendukung proses pembelajaran peserta.
Melalui pelatihan ini, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin terus mendorong peningkatan kompetensi penjamah pangan agar penerapan keamanan pangan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi menjadi bagian dari praktik sehari-hari dalam penyelenggaraan makanan.

