BANJARMASIN - Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin melaksanakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Posyandu Bidang Kesehatan yang berlangsung di G...
Dalam sambutannya, Hj. Neli Listriani, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi terbaru, 100 persen Posyandu di Kota Banjarmasin telah berstatus Posyandu Aktif Siklus Hidup. Meski demikian, capaian tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, di antaranya rendahnya kunjungan masyarakat, keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya ketersediaan alat ukur seperti antropometri kit dan tensimeter digital.
Selain itu, partisipasi kelompok usia produktif, lansia, remaja, dan anak sekolah dalam memanfaatkan layanan Posyandu juga masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, capaian kader strata Madya baru mencapai 5,02 persen.
Menyikapi kondisi tersebut, Hj. Neli Listriani, mendorong empat langkah penguatan, yakni memperkuat koordinasi dengan Puskesmas untuk validasi dan pemenuhan alat ukur, memperjuangkan kebutuhan sarana dan prasarana melalui Musrenbang kelurahan dan kecamatan, mengoptimalkan pelayanan melalui sistem waktu bergelombang dan jemput bola, serta meningkatkan persentase kader strata Madya hingga minimal 30 persen pada akhir tahun.
Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak boleh mengurangi semangat kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Para kader didorong untuk terus meningkatkan keterampilan, khususnya kemampuan komunikasi persuasif, sehingga mampu mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Posyandu secara lebih optimal.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan materi Supervisi Posyandu Bidang Kesehatan, dilanjutkan materi New Posyandu dan Transformasi Posyandu 6 Bidang SPM. Peserta juga mengikuti Evaluasi Kinerja Semester I Tahun 2026 serta diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut.
