BANJARMASIN – Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan anak, Dinas Kesehatan...
BANJARMASIN –
Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan anak, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin
menggelar Workshop Aksi Cegah Stunting dengan tema "Peran Tenaga
Kesehatan dalam Percepatan Penurunan Stunting Melalui Sistem Rujukan
Berjenjang dan Tatalaksana Gizi Buruk." Kegiatan ini dilaksanakan di
Hotel Roditha Banjarmasin, Selasa (11/08/2026) dan diikuti oleh tenaga
kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Kota
Banjarmasin seperti Dokter, Bidan/Perawat & Petugas Gizi (TPG).
Workshop ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini, diagnosis, penanganan, hingga sistem rujukan yang tepat terhadap anak yang mengalami gangguan pertumbuhan, stunting, maupun gizi buruk.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, SKM., M.Kes. Selanjutnya peserta memperoleh materi utama yang disampaikan oleh dr. Arief Budiarto, Sp.A(K) sebagai narasumber utama dengan didampingi fasilitator dr. Ati Rahmi Purwandari, Sp.A., M.Biomed.
Pada sesi materi, narasumber membahas berbagai isu penting terkait stunting dan malnutrisi, mulai dari gambaran prevalensi stunting di Indonesia, penyebab gagal tumbuh (growth faltering), faktor risiko, hingga hubungan antara gagal tumbuh dan stunting.
Peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai cara mendiagnosis growth faltering melalui pengukuran dan plotting WHO Growth Chart, mengenali tanda bahaya (red flags), serta mengidentifikasi penyakit penyerta yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Selain itu, pembahasan difokuskan pada Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tatalaksana Stunting, meliputi algoritma penatalaksanaan, peran Puskesmas dalam pelayanan primer, indikasi rujukan ke rumah sakit, serta intervensi gizi spesifik yang disertai monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
Memasuki sesi siang, peserta mengikuti studi kasus dan praktik plotting grafik pertumbuhan yang dibagi dalam beberapa kelompok. Empat skenario kasus dibahas secara komprehensif, meliputi kasus gizi kurang pada anak usia di bawah satu tahun dan di atas satu tahun, serta kasus gizi buruk pada kedua kelompok usia tersebut.
Melalui diskusi kelompok, peserta berlatih melakukan identifikasi kasus, menentukan diagnosis, menyusun tata laksana sesuai pedoman, memilih intervensi nutrisi yang tepat, hingga melakukan monitoring perkembangan anak, termasuk pembahasan mengenai pemanfaatan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sebagai bagian dari evaluasi tumbuh kembang.
Melalui workshop ini diharapkan seluruh tenaga kesehatan memiliki pemahaman dan keterampilan yang semakin baik dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan terintegrasi, sehingga upaya percepatan penurunan stunting di Kota Banjarmasin dapat berjalan lebih optimal demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
