Banyak orang tua merasa cemas ketika anak mengalami demam setelah imunisasi. Padahal, kondisi ini umumnya merupakan reaksi yang normal dan m...
Banyak orang tua merasa cemas ketika anak mengalami demam setelah imunisasi. Padahal, kondisi ini umumnya merupakan reaksi yang normal dan menjadi tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang bekerja membentuk perlindungan terhadap penyakit.
Imunisasi merupakan salah satu upaya paling efektif untuk mencegah berbagai penyakit menular yang dapat membahayakan kesehatan anak. Setelah vaksin diberikan, sistem kekebalan tubuh akan mengenali antigen dalam vaksin sebagai "latihan" untuk mempersiapkan diri menghadapi kuman atau virus penyebab penyakit di masa mendatang.
Proses pembentukan kekebalan tersebut dapat memunculkan reaksi ringan, seperti demam, nyeri atau kemerahan di lokasi suntikan, serta anak menjadi sedikit rewel. Reaksi ini umumnya bersifat sementara dan akan membaik dalam satu hingga dua hari.
Orang tua tidak perlu panik apabila si kecil mengalami demam ringan setelah imunisasi. Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan di rumah, antara lain :
✅ Pastikan anak cukup istirahat.✅ Berikan ASI atau cairan yang cukup.
✅ Kenakan pakaian yang tipis dan nyaman.
✅ Kompres dengan air hangat.
✅ Berikan obat penurun panas sesuai anjuran petugas kesehatan bila diperlukan.
✅ Pantau kondisi anak.
- Demam berlangsung lebih dari 48 jam.
- Suhu tubuh sangat tinggi.
- Anak mengalami kejang.
- Sulit dibangunkan.
- Sesak napas atau muncul keluhan lain yang mengkhawatirkan.
Ingat, demam setelah imunisasi bukan berarti tubuh melemah. Justru tubuh sedang membentuk kekebalan agar si kecil lebih siap melawan penyakit.
Imunisasi lengkap adalah investasi kesehatan terbaik untuk masa depan anak.

