Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

500 tahun

500 tahun

Kolaborasi Jadi Kunci, Dinkes Perkuat Surveilans Untuk Pertahankan Eliminasi Malaria

BANJARMASIN – Dalam upaya mempertahankan status eliminasi malaria, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi ...

BANJARMASIN – Dalam upaya mempertahankan status eliminasi malaria, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Program P2 Malaria bertempat di Aula Lantai 3 Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Kamis (16/07).
 

Pertemuan dihadiri oleh pengelola program malaria dari 28 Puskesmas, 10 Rumah Sakit, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), serta Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Banjarmasin dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Fokus pembahasan meliputi penguatan surveilans, peningkatan kewaspadaan terhadap kasus malaria impor, penyamaan tata laksana kasus, pelaporan, penyelidikan epidemiologi, hingga pemetaan kelompok pekerja yang berisiko terpapar malaria.
 

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Bidang P2P, Rusdi, S.Kep., Ns menyampaikan bahwa keberhasilan Kota Banjarmasin memperoleh status eliminasi malaria merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Namun demikian, tantangan ke depan adalah mempertahankan capaian tersebut, terutama dengan masih adanya risiko masuknya kasus malaria impor akibat tingginya mobilitas masyarakat ke daerah endemis. Beliau juga menekankan pentingnya deteksi dini, pemeriksaan laboratorium, pengobatan sesuai standar, pelaporan yang cepat, serta penyelidikan epidemiologi terhadap setiap kasus yang ditemukan. 
 
 
Selain memperkuat sistem surveilans dan tata laksana kasus, pertemuan ini juga membahas pemetaan kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi terpapar malaria. Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam pelaksanaan kegiatan promotif, preventif, skrining, dan edukasi yang lebih tepat sasaran di wilayah kerja masing-masing puskesmas. 
 
 
Melalui forum koordinasi ini, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan semakin memperkuat sinergi, meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus malaria impor, serta memastikan setiap kasus dapat ditangani secara cepat dan tepat guna mencegah terjadinya penularan setempat.
 
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan, Kota Banjarmasin optimistis mampu mempertahankan status eliminasi malaria sekaligus memberikan perlindungan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat menuju