Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

500 tahun

500 tahun

Optimalisasi Program P2 Malaria, Dinkes Banjarmasin Dorong Langkah Pengendalian yang Lebih Efektif

  BANJARMASIN – Sebagai upaya memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian malaria sekaligus mempertahankan status eliminasi m...

 

BANJARMASIN – Sebagai upaya memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian malaria sekaligus mempertahankan status eliminasi malaria, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyelenggarakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Pencegahan dan Pengendalian Malaria (P2 Malaria), bertempat di Aula Lantai 1 Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Rabu (14/10).

Pertemuan ini diikuti oleh pengelola program malaria dari 28 puskesmas, 10 rumah sakit, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kota Banjarmasin, dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Banjarmasin, serta dokter dari 10 rumah sakit. Kegiatan menghadirkan narasumber dari RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh, dr. Kasan Wongdjaja, SpPD.
 


Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Muhammad Ridhani, S.Kep., Ners., MH. Dalam laporannya disampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program P2 Malaria, menilai capaian program, mengidentifikasi kendala dan hambatan, serta merumuskan langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program dalam mempertahankan status eliminasi malaria di Kota Banjarmasin.

Kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, SKM., M.Kes. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa keberhasilan Kota Banjarmasin mencapai status eliminasi malaria merupakan capaian penting yang harus terus dijaga melalui komitmen bersama, peningkatan kewaspadaan, serta penguatan koordinasi antarfasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat sistem surveilans, serta memastikan setiap kasus malaria dapat ditemukan, ditangani, dan ditindaklanjuti secara optimal.

Dengan evaluasi yang berkesinambungan dan sinergi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, diharapkan status eliminasi malaria di Kota Banjarmasin dapat terus dipertahankan demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan terlindungi dari ancaman malaria.