BANJARMASIN – Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, SKM., M.Kes., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan kuliah umum ...
BANJARMASIN – Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, SKM., M.Kes., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan kuliah umum di Fakultas Kesehatan Universitas Sari Mulia Banjarmasin, Jumat (16/10). Kegiatan ini mengangkat pentingnya kolaborasi interprofesi dan penerapan etika kesehatan dalam pelayanan kesehatan.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan pertukaran wawasan bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya kerja sama antarprofesi kesehatan dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan. Dalam praktiknya, tenaga kesehatan dari berbagai latar belakang profesi perlu membangun komunikasi yang efektif, memahami peran masing-masing, serta bekerja secara terpadu demi memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien dan masyarakat.
Selain kolaborasi, penerapan etika kesehatan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas profesional. Integritas, tanggung jawab, sikap saling menghormati, serta penghormatan terhadap hak dan keselamatan pasien merupakan prinsip yang perlu diterapkan dalam setiap proses pelayanan kesehatan.
Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman akademik, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas, dan mampu bekerja sama secara efektif dengan profesi lainnya.
Kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan calon tenaga kesehatan dalam menghadapi dinamika pelayanan serta berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin terus mendorong pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, penguatan kolaborasi lintas profesi, dan penerapan etika dalam pelayanan. Dengan demikian, upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang bermutu, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien dapat terus diperkuat.



