Banjarmasin – Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi krisis kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyelen...
Banjarmasin – Dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi krisis kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Program Krisis Kesehatan yang melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes), lintas sektor, lembaga swadaya/lembaga profesi (LS/LP), tokoh masyarakat (Toma), tokoh agama (Toga), serta unsur kecamatan se-Kota Banjarmasin. Bertempat di Aula Lantai 3 Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Senin (27/07).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Sub Kegiatan Pengelolaan Upaya Pengurangan Risiko Krisis Kesehatan dan Pasca Krisis Kesehatan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tahun Anggaran 2026. FGD dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menyusun langkah-langkah yang efektif dalam menghadapi berbagai situasi darurat kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, setiap Puskesmas di Kota Banjarmasin mengirimkan perwakilan yang terdiri dari pengelola Program Krisis Kesehatan serta tenaga kesehatan yang tergabung dalam Tim Lapangan atau Tim Eksisting. Kehadiran para peserta diharapkan dapat memperkuat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam melakukan respons cepat dan tepat apabila terjadi bencana, wabah penyakit, maupun kondisi lain yang berpotensi menimbulkan krisis kesehatan.
Melalui forum diskusi ini, para peserta akan membahas berbagai strategi pengurangan risiko krisis kesehatan, mekanisme koordinasi lintas sektor, pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing pihak, hingga penyusunan langkah-langkah penanganan yang terintegrasi. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanggulangan krisis kesehatan mulai dari tahap kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pasca krisis.
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan krisis kesehatan tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan semata, tetapi juga memerlukan dukungan dan sinergi dari berbagai unsur pemerintah, organisasi, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi yang baik menjadi kunci dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh dan responsif.
Melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion ini, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi berbagai potensi krisis kesehatan. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap dapat berjalan secara optimal dalam situasi apa pun, sehingga keselamatan dan kesehatan masyarakat Kota Banjarmasin senantiasa dapat terjaga.
