Banjarmasin – Dalam upaya mewujudkan perencanaan sumber daya manusia kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan pelayanan,...
Banjarmasin – Dalam upaya mewujudkan perencanaan sumber daya manusia kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan pelayanan, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menyelenggarakan Workshop Penyusunan Perhitungan Kebutuhan Jabatan Fungsional Kesehatan (JFK) pada Aplikasi Renbut Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Roditha Banjarmasin, Rabu (10/06).
Workshop dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin. Dalam sambutannya disampaikan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan harus dilakukan secara profesional dan berbasis data agar mampu menjawab kebutuhan organisasi serta kebutuhan nyata di lapangan.
Perencanaan SDM kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam menjamin tersedianya tenaga kesehatan yang berkualitas, baik dari sisi jumlah maupun kompetensi. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pemerataan tenaga kesehatan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.
![]() |
| dr. Dwi Atmi Susilastuti, MM Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin |
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan beberapa tantangan yang masih dihadapi dalam pengelolaan SDM kesehatan, di antaranya belum terpenuhinya Standar Ketenagaan Minimal (SKM) di sejumlah fasilitas kesehatan, adanya kesenjangan distribusi tenaga kesehatan, serta perlunya penguatan proses perencanaan melalui Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Kondisi ini menjadi dasar penting perlunya perhitungan kebutuhan Jabatan Fungsional Kesehatan yang akurat dan rasional.
![]() |
| dr. Bandiyah Ma'rifah, M.H Kepala Bidang YanSDK Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin |
Peserta workshop terdiri dari para Kepala Sub Bagian Tata Usaha, serta pengelola data Sistem Informasi SDMK dan Renbut dari Puskesmas, RSUD, UPT Instalasi Farmasi, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) se-Kota Banjarmasin. Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan terkait mekanisme perhitungan kebutuhan Jabatan Fungsional Kesehatan serta praktik penggunaan aplikasi untuk mendukung proses perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan tahun 2026.
Melalui workshop ini, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam menyusun kebutuhan Jabatan Fungsional Kesehatan secara tepat dan akurat. Hasil perhitungan yang diperoleh nantinya diharapkan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pengelolaan SDM kesehatan, sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Banjarmasin.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dalam memperkuat tata kelola SDM kesehatan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pelayanan, guna mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang semakin baik di masa mendatang.
.png)
.png)
.png)
.png)
