Serangan jantung kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Gaya hidup modern yang tidak sehat membuat risiko penyakit jantung semakin m...
Serangan jantung kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Gaya hidup modern yang tidak sehat membuat risiko penyakit jantung semakin meningkat pada usia muda. Kurangnya aktivitas fisik, stres, hingga pola makan yang buruk menjadi faktor utama pemicu gangguan jantung.
Berikut 5 faktor pemicu serangan jantung di usia muda yang perlu diwaspadai
1. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan tekanan darah serta merusak otot jantung. Jika dikonsumsi terus-menerus, kondisi ini dapat memperbesar risiko gangguan irama jantung dan serangan jantung.
2. Stress Berkepanjangan
Tekanan mental yang tidak terkelola dapat memicu peningkatan hormon stres yang berdampak pada tekanan darah dan denyut jantung. Dalam jangka panjang, stres dapat menyebabkan gangguan fungsi dan irama jantung.
3. Kebiasaan Merokok
Zat berbahaya dalam rokok dapat merusak pembuluh darah, mempercepat penyempitan arteri, serta meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, bahkan pada usia muda.
4. Gaya Hidup Kurang Gerak
Terlalu lama duduk dan minim aktivitas fisik menyebabkan metabolisme tubuh menurun. Kondisi ini berkontribusi pada obesitas, tekanan darah tinggi, dan penurunan kesehatan jantung.
5. Pola Makan Tidak Sehat
Sering mengonsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam dapat meningkatkan kolesterol serta tekanan darah. Pola makan yang tidak seimbang menjadi faktor utama terjadinya penyakit jantung.
✅ Pencegahan Serangan Jantung dengan Perilaku CERDIK
Untuk mencegah serangan jantung sejak dini, masyarakat dianjurkan menerapkan perilaku CERDIK, yaitu:
- C – Cek kesehatan secara rutin: Pantau tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala.
- E – Enyahkan asap rokok : Berhenti merokok dan hindari paparan asap rokok.
- R – Rajin aktivitas fisik : Lakukan olahraga minimal 30 menit per hari.
- D – Diet seimbang : Konsumsi makanan bergizi seimbang, perbanyak buah dan sayur.
- I – Istirahat cukup : Tidur 7–8 jam per hari untuk menjaga kesehatan jantung.
- K – Kelola stres : Lakukan relaksasi, aktivitas positif, dan manajemen stres yang baik.

